|
Feng Shui vs Arsitektur
Dareah yang terbuka (open) dan daerah yang tertutup (close) adalah sebuah bagian dari bangunan dan struktur
rumah. Dari tampak depan rumah, dinding dapat menjadi bagian yang tertutup, sedangkan pintu dan jendela
adalah bagian yang terbuka. Tujuan utama dari sebuah desain bangunan adalah titik dimana bangunan tersebut terlihat seimbang
dan harmonis dalam komposisi yang pas. Dari sudut pandang yang lebih luas, sesuatu yang seimbang dan harmonis dari
bangunan adalah penggunaan warna cat, bahan dasar (material) bangunan, bentuk, serta posisi perabotan rumah tangga
yang menjadi bagian interiornya.
Area maupun ruang yang seimbang dan harmonis tersebut dapat menarik perhatian kita sehingga nyaman ketika kita tinggal
di dalam rumah. Hal ini dikarenakan otak kita membutuhkan sesuatu yang simetris, tertib, dan jelas. Ini bukanlah sekedar dari
indera mata kita, melainkan juga dari indera telinga, indera perasa, dan indera pencium. Melalui kelima panca-indera kita maka kita
dapat mengenal dunia ini dengan jelas, dan menghidupkan diri kita ke dalam sebuah perasaan yang nyaman. Menurut bangsa Yunani kuno
sesuatu yang simetris, tertib, dan jelas yang kita terima dari panca-indera ini disebut sebagai 'keindahan'. Dan segala sesuatu yang
indah akan membangkitkan emosi kita.
Seorang arsitek yang terkenal bernama Gyorgy Doczi menciptakan sebuah istilah baru yang disebutnya dengan 'Dinergi'
yang berasal dari 2 huruf yaitu : 'Di' berarti melebihi dari satu dan 'energi' berarti kekuatan dari sebuah sistem yang
memicu sebuah pekerjaan. Dengan demikian arti kata 'Dinergi' dapat diinterpretasikan sebagai energi yang berasal dari 2
kutub yang berbeda, yang berasal dari sesuatu yang simetris, keseimbangan dari dualisme yaitu penuh dan kosong, lurus dan belok,
panas dan dingin, dsb. Sebuah keseimbangan dari adanya dualisme inilah yang membentuk proses kimiawi dalam tubuh manusia secara biologis agar
menentukan waktu kegiatan masing-masing individu, seperti makan, tidur, dan bekerja. Ketika manusia melawan proses alamiah ini
maka mereka akhirnya akan jatuh sakit.
Menurut sudut pandang Feng Shui, sesuatu yang seimbang dan harmonis ini kita sebut dengan Tai Ji,
yaitu keseimbangan energi dari 2 kutub yang berbeda (dualisme) yang mana jika sesuatu tersebut telah
seimbang maka lahirlah energi kehidupan (Sheng Qi). Keseimbangan ini adalah hasil kedinamisan energi
alam secara alamiah. Dari teori Yin - Yang kita bisa memahami bahwa Yin tidak dapat timbul tanpa adanya Yang,
demikian juga sebaliknya. Kita bisa mendefiniskan Yin karena adanya Yang, kita bisa melihat sesuatu yang baik
karena kita telah mengetahui adanya sesuatu yang buruk.
Demikian juga ketika kita ada di dalam rumah, ada ruangan yang mengandung energi Yin (seperti: tempat tidur, kamar mandi, dsb)
- yang notabene adalah ruangan yang terdapat sedikit aktivitas - juga ada ruangan yang mengandung energi Yang (seperti: ruang kerja,
ruang keluarga, dsb) - yang notabene adalah ruangan yang terdapat banyak aktivitas. Untuk menentukan ruangan tersebut adalah ruangan
yang mengandung energi Yin atau Yang bukanlah persoalan yang gampang dalam Feng Shui, karena ini menyangkut sebuah perbandingan
dari kedua ruangan, seperti kamar tidur dibandingkan dengan ruang tamu maka barulah kita bisa mengkategorikan kamar tidur adalah
ruangan Yin sedangkan ruang tamu adalah ruangan Yang, demikian seterusnya. Tetapi, jika ruangan tamu tersebut sangat jarang digunakan,
sedangkan di kamar tidur terdapat 2 putra kita yang selalu asyik bermain setiap hari dalam kamarnya, maka interpretasinya menjadi terbalik!
Sehingga untuk menganalisa sebuah ruangan tertentu mengandung energi Yin ataupun Yang menyangkut parameter yang lebih luas, seperti:
lokasi ruangan, pencahayaan, jendela, perabotan, sampai pada aktivitas penghuninya di ruangan tersebut.
Disinilah letak perpaduan antara ilmu Arsitektur dan ilmu Feng Shui, yang mana dari pembahasan istilah 'Dinergi' di
atas kita mengetahui bahwa 'Dinergi' berasal dari keseimbangan dan keharmonisan antara dualisme, sedangkan
perpaduan yang pas dari dualisme tersebut pakar Feng Shui kita menyebutnya sebagai Sheng Qi (energi kehidupan), maka bisa
disimpulkan sesuatu yang 'Dinergi' akan menghasilkan Sheng Qi. Dengan perkataan lain, jika rumah kita memenuhi syarat
yang 'Dinergi' maka kita memperoleh Sheng Qi, dan jika kita memperoleh Sheng Qi semangat kehidupan kita semakin
bertambah. Karena 'Dinergi' adalah sesuatu yang indah - menurut bangsa Yunani - maka para pakar Feng Shui kita juga
sependapat bahwa segala sesuatu yang indah itu adalah Sheng Qi.
Oleh karena itu tujuan dari ilmu Arsitektur adalah menciptakan keindahan di dalam dan di luar ruangan rumah dalam komposisi
yang seimbang, simetris, dan harmonis maka hasil dari keindahan ini - 'Dinergi' - menyebarkan aliran energi Sheng Qi di
sekitar lingkungan kita agar memberi keseimbangan dan keharmonisan dalam tubuh kita melalui kelima panca indera.
Dengan demikian keindahan tersebut adalah baik bagi kesehatan kita. Di Jepang, terdapat anak muda yang begitu stress dalam depresi
(energi Yin) karena kematian kakaknya, sehingga dia mengunci dirinya di dalam kamar tidurnya terus menerus (energi Yin)
tanpa menyalakan lampu (energi Yin) dan mengecat semua ruangan kamarnya dengan warna hitam (energi Yin). Jika hal ini dilakukannya terus
menerus, maka tak lama dia juga akan ikut meninggal (energi Yin). Ini adalah salah satu contoh ekstrem dari pengaruh antara lingkungan
seseorang (environmentally) terhadap kejiwaan seseorang (spirit).
Tujuan akhir dari Feng Shui adalah dengan memadukan lingkungan dimana seseorang tinggal agar menciptakan keseimbangan antara energi
Yin dan energi Yang dalam titik yang harmonis dan seimbang. Karena sesuatu yang tidak seimbang (seperti contoh di atas)
akan membawa malapetaka bagi penghuninya!
Bagaimana menurut Anda ?
|