|
Bagaimana sistim kerja Feng Shui?
Dalam bahasa Mandarin arti kata Xuan Kong dapat
diterjemahkan sebagai kekosongan yang unik. Mengapa?
Karena definisi dari arti kata Xuan Kong telah
menembus batas yang lebih ilmiah dalam pengertian modern.
Seperti kita ketahui bahwa segala sesuatu memiliki titik
pusat yang kita sebut dengan Tai Ji demikian
juga dengan bumi ataupun planet-planet yang lain semua
bergerak mengelilingi matahari sebagai pusat peredarannya.
Lantas kenapa Ruang dan Waktu yang kita istilahkan dengan
Xuan Kong ini diartikan dengan kata kekosongan.
Awalnya dalam sejarah dan budaya Tiongkok waktu itu
ilmu filsafat telah berkembang cukup pesat seperti halnya
di Yunani kuno, seperti Socrates dan Aristoteles yang
mana manusia waktu itu memahami bahwa hidup ini tidaklah
kekal dan segala sesuatu pasti berubah. Tidak tetap
berarti kosong, mengapa? Karena kita tidak dapat mempertahankan
definisi! Jika sekarang siang maka dapatkah Anda mengatakan
hal tersebut 12 jam kemudian? Jika putra Anda yang berusia
8 tahun sekarang Anda menyebutnya masih masa kanak-kanak
apakah Anda masih bisa mengatakan itu ketika mereka
berusia 35 tahun?
Karena tidak ada satupun yang tetap di dunia ini, maka
para pakar Feng Shui kuno menyebut fenomena ini sebagai
Yun atau secara harafiah berarti siklus. Siklus
ini terjadi secara Zi Ran (secara alamiah)
dan bergerak mengikuti Li (kodrat alam) dalam
suatu Xuan Kong (Ruang dan Waktu) yang memiliki
obyek Tai Ji (titik pusat). Seperti halnya
Matahari yang menghangatkan dunia kita ini terjadi secara
alamiah (Zi Ran) dan terbit dari timur terbenam
di sebelah barat sesuai kodrat alam (Li) pada
tanggal 22 Maret 2008 jam 13:15 di Indonesia bagian
barat (Xuan Kong) ketika Anda sedang sibuk
bekerja di kantor (Tai Ji). Pahamkah metamorfora
saya ini? Dan karena semuanya sudah dalam siklus, maka
demikian juga dengan kehidupan manusia yang tidak mungkin
lepas dari kelahiran, penuaan, sakit, dan akhirnya meninggal
seperti halnya dengan energi alam semesta Qi yang memiliki
siklus dimulai dari: Sheng Qi (lahir), Wang
Qi (kuat), Shuai Qi (lemah), Si Qi
(mati), dan Sha Qi (pembunuh). Ini adalah
salah satu hasil penemuan dari riset para pakar Feng
Shui kuno dalam menganalisa dan mengidentifikasi segala
fenomena di dunia kita ini.
Jika memang siklus yang menyebabkan segala fenomena
yang kita hadapi ini selalu berubah, lantas apa hubungannya
dengan kehidupan manusia yang pelik ini? Membahas sampai
sini, saya jadi teringat oleh perkataan orang kuno yang
mengatakan "Yi Shan You Yi Shan Gao, Yi Tian You
Yi Tian Gao" yang artinya di atas gunung masih
ada gunung yang lebih tinggi dan di atas langit masih
ada langit yang lebih tinggi. Artinya sepintar-pintarnya
diri kita masih terdapat faktor lain yang lebih mengungguli
kita ini. Faktor inilah yang disebut oleh pakar kuno
sebagai 'X-files' yang mana mereka menemukan ketika
di malam hari dengan menengok ke atas langit apa yang
terjadi dengan banyaknya bintang-bintang? Dan lebih
dari 2000 tahun yang lalu mereka meriset sekalipun di
langit terdapat banyak bintang, tetapi terdapat satu
gugusan bintang yang mana kehadirannya selalu ada dan
tampak ketika di malam hari. Gugusan bintang ini adalah
bintang kutub utara (Bei Dou Xing). Disini
Anda tidak mempelajari ilmu zodiak Barat tetapi menurut
catatan yang ada Tiongkok juga menemukan hal yang sama
lebih dari 2000 tahun yang lalu. Anda pun boleh mencobanya
cobalah luangkan waktu sejenak malam ini dan jika terdapat
bintang-bintang amatilah antara hari ini dengan sebulan
kemudian atau kapanpun saja, Anda akan menemukan satu
formasi bintang yang selalu tampak sedangkan bintang-bintang
yang lain timbul dan tenggelam!

Lantas apa hubungannya antara bintang kutub utara (Bei
Dou Xing) ini dengan kehidupan kita - manusia?
Seperti apa yang telah saya uraikan dalam artikel: Feng
Shui dan Taoisme bahwasanya ilmu Feng Shui berakar dari
ajaran theology Taoisme, yang mana dalam liturgy Taoisme
mereka mempercayai banyaknya dewa-dewi seperti halnya
kebudayaan Yunani. Bei Dou Xing sejatinya adalah
figur dari para dewa yang memiliki peranan yang begitu
besar dan kuat sekali dalam tata ibadat Taoist, mengapa?
Karena menurut catatan yang ada setiap bintang di alam
semesta ini memiliki sebuah penguasa yang mana dalam
hal ini kita sebut sebagai dewa. Nah, dewa-dewa yang
tergabung dalam susunan Bei Dou Xing ini memiliki
pengaruh yang luar biasa kuatnya dalam kehidupan manusia,
seperti halnya dalam ilmu peramalan Tiongkok yang kita
sebut dengan Zi Wei Dou Shu. Menurut literatur
klasik yang ada, seperti Yu Han Bi Ji dan
Si Ji Tian Kuan Shu tertulis bahwa "Posisi
bintang kutub utara (Bei Dou Xing) berada di
titik tengah langit yang dapat mengontrol keempat musim
(musim semi, panas, gugur, dan dingin), 5 elemen (air,
api, tanah, kayu, logam), serta mengatur sistim kalender
Tiongkok yang mana peregerakan energi Qi diantara langit
dan bumi diatur oleh 9 bintang". Sembilan bintang inilah
yang kita sebut dengan bintang kutub utara, yaitu:
1. Tan Lang Xing Jun, yang dihubungkan dengan
popularitas dan prestasi seseorang, serta vitalitas
manusia.
2. Ju Men Xing Jun, yang dihubungkan dengan
komunikasi dan hubungan antar manusia.
3. Lu Cun Xing Jun, yang dihubungkan dengan
karir dan keberuntungan materi seseorang.
4. Wen Qu Xing Jun, yang dihubungkan dengan
studi, penghargaan, serta promosi seseorang.
5. Lian Zhen Xing Jun, yang dihubungkan dengan
hubungan persaudaraan antar manusia dan kehidupan pribadi.
6. Wu Qu Xing Jun, yang dihubungkan dengan
kekuasaan, pengaruh dan aspek finansial seseorang.
7. Po Jun Xing Jun, yang dihubungkan dengan
semangat juang serta perubahan dalam kehidupan seseorang.
8. Zuo Fu Xing Jun, yang dihubungkan dengan
loyalitas dan kemakmuran seseorang.
9. You Bi Xing Jun, yang dihubungkan dengan
kebahagiaan dan kesuksesan seseorang.

Selanjutnya kesembilan bintang ini kita kenal dengan
istilah Jiu Huang Xing Jun atau sembilan bintang
penguasa. Lantas apa hubungan antara kesembilan bintang
ini dengan praktek Feng Shui? Perlu Anda ketahui bahwa
dalam Feng Shui kita mengenal istilah San Yuan!
San Yuan disini tidak saya artikan sebagai
3 periode tapi saya menginterpretasikannya sebagai 3
faktor kehidupan, yaitu:
1) Faktor langit, dalam hal ini kita merujuk pada kesembilan
bintang yang dibatasi oleh waktu.
2) Faktor bumi, dalam hal ini kita merujuk pada sebuah
lokasi atau ruang yang memiliki batas.
3) Faktor manusia, diri kita sendiri yang berada diantara
kedua faktor tersebut di atas.
Ketiga faktor tersebut sangat memerankan pengaruhnya
yang krusial dalam praktek Feng Shui, mengapa? Karena
mereka memiliki hubungan interdependensi satu sama lain,
sederhananya begini: Dimanapun kita - manusia - berada
selalu berpijak pada bumi dan berada di bawah langit.
Dengan kata lain kita selalu dibatasi dalam ruang (faktor
bumi) dan waktu (faktor langit).
Mengapa faktor langit yang diwakili oleh kesembilan
bintang kutub utara memiliki parameter waktu? Ingatkah
Anda bahwa tidak ada satupun yang kekal di dunia ini
dan kita harus mengalami perubahan terus menerus? Inilah
jawabannya! Setiap bintang dari kesembilan bintang di
atas dapat saya uraikan sebagai berikut:
a. Periode atas:
1) Siklus pertama (Tan Lang Xing Jun): tahun
1864 - 1884
2) Siklus kedua (Ju Men Xing Jun): tahun 1884
- 1904
3) Siklus ketiga (Lu Cun Xing Jun): tahun 1904
- 1924
b. Periode tengah:
1) Siklus keempat (Wen Qu Xing Jun): tahun
1924 - 1944
2) Siklus kelima (Lian Zhen Xing Jun): tahun
1944 - 1964
3) Siklus keenam (Wu Qu Xing Jun): tahun 1964
- 1984
c. Periode bawah:
1) Siklus ketujuh (Po Jun Xing Jun): tahun
1984 - 2004
2) Siklus kedelapan (Zuo Fu Xing Jun): tahun
2004 - 2024
3) Siklus kesembilan (You Bi Xing Jun): tahun
2024 - 2044
Selanjutnya teori ini kita kenal sebagai San Yuan
Jiu Yun atau 3 periode 9 siklus. Dan karena Qi
memiliki peranan yang sangat penting, maka para
pakar Feng Shui menyebut Qi dari faktor langit
ini sebagai Yun Qi! Seperti apa yang telah
saya jelaskan bahwa faktor langit tidak dapat berdiri
sendiri jika tidak ada faktor bumi, maka disinilah aspek
fungsional dari sebuah bangunan atau tempat tinggal
kita. Mengapa? Karena dimana ada ruang , maka harus
ada waktu, demikian juga sebaliknya. Rumah, kantor,
pabrik, toko, atau apapun fungsi bangunan yang kita
huni pasti terdapat aliran energi dari faktor langit
atau Yun Qi. Kongkretnya: rumah atau bangunan
yang kita huni berfungsi sebagai penangkap dan penjebak
aliran energi dari langit. Satu-satunya hal penting
yang harus ditanyakan adalah kapan rumah atau bangunan
kita tersebut pertama kali dibangun ? Siklus pertama,
kedua, ketiga, dsb...? Dengan mengetahui parameter waktunya
maka selanjutnya kita dapat melakukan analisa dari aliran
energi Qi di rumah atau bangunan tersebut!
Dalam melakukan analisa dari aliran energi Qi di
sebuah rumah atau bangunan apapun, kita perlu memperhatikan
2 hal penting, yaitu Xiang (arah hadap rumah)
dan Shan (arah duduk rumah). Perlu Anda ketahui
bahwa kedua hal tersebut dapat dimisalkan seperti manusia
yang mana dalam ilmu pengobatan Tiongkok kita sebut
sebagai Ren Mai dan Du Mai , ini merupakan
garis tubuh yang sangat vital sekali demikian juga dalam
ilmu Feng Shui. Sekali kita mengetahui arah hadap dan
arah duduk rumah dengan menggunakan Luo Pan (kompas
Feng Shui) maka berikutnya kita bisa menentukan titik
atau lokasi yang baik atau buruk dalam sebuah rumah.
Titik atau lokasi inilah yang akan kita mainkan dalam
peletakkan pintu utama, kamar tidur, ruang dapur, ruang
keluarga, toilet, dsb. Pokok dasar yang kita pakai disini
adalah ketika kita telah mengetahui arah hadap dan arah
duduk rumah, maka kita memperoleh titik pusat (Tai
Ji) yang mana dalam teori Feng Shui kita menyebutnya
sebagai Tian Xin atau secara harafiah berarti
jantung langit dan hal ini dapat dimisalkan Anda (titik
pusat - Tai Ji) sedang berada dalam sebuah
ruang dan waktu (Xuan Kong) dan dikelilingi
oleh 2 kelompok orang yang pertama adalah kelompok putih
dan kedua adalah kelompok hitam, manakah yang akan Anda
dekati? Demikian juga dengan praktek Feng Shui!

< Previous |---|
Next >
|