Ilmu Destiny Reading seperti Bazi bisa dianggap sebagai ilmu yang paling populer di antara semua ilmu Peta Takdir dan Nasib. Ilmu ini sudah berkembang sejak ribuan tahun silam dan mengalami metamorfosis yang panjang. Banyak para pakar ilmu Bazi yang menuangkan hasil pemikiran dan risetnya ke dalam berbagai macam buku. Diantara banyak buku Bazi klasik yang ada, setidaknya ada 5 judul yang sering dipakai sebagai rujukan para ahli Bazi jaman modern saat ini. Buku klasik itu adalah sebagai berikut :
1) Qióng-Tōng Bǎojiàn (穷通宝鉴)
Buku kompendium praktis ini untuk menentukan elemen penolong (用神) berdasarkan metode ‘mengatur musim’ (调候), banyak berisi aturan-aturan keseimbangan lima unsur, contoh-contoh kasus singkat, dan pedoman untuk menentukan kecenderungan kaya dan miskin seseorang. Pengarang teks aslinya tidak jelas (dikatakan berasal dari naskah rakyat bernama Lan Jian Wang (栏江网); versi yang beredar dan populer adalah hasil pengumpulan atau penyuntingan oleh Yu Chuntai (余春台) dan diberi catatan / penjelasan oleh Xu Le Wu (徐乐吾) pada abad modern.
2) Sān-Mìng Tōng-huì (三命通会)
Buku ini aalah ensiklopedi praktis teori Ming Li (ramalan nasib) yang sangat berpengaruh, yang membahas teori 5 elemen, Shen Sha, Struktur Bazi, nasib putaran, disertai contoh nasib pejabat, serta sintesis banyak tradisi ramalan nasib. Buku ini menjadi rujukan luas bagi praktisi sejak periode eras dinasi Ming ke atas. Pengarangnya dikreditkan kepada Wan Minying (万民英), karya berjudul San Ming Tong Hui berasal dari era Ming (Wan Minying hidup pada abad ke-16; ia seorang Jinshi - gelar kehormatan bagi lulusan tertinggi ujian pegawai negeri kekaisaran di Tiongkok kuno). Naskah populer ini kemudian dicetak ulang dalam banyak versi
3) Yuān-Hǎi Zǐ-Píng (渊海子平)
Buku ini dianggap sebagai salah satu sumber fundamental teori Bazi yang mengorganisir ilmu Zi Ping (子平術) termasuk pembahasan tentang 10 Dewa,Yue Ling, Struktur Bazi, Liu Qin, dan kaidah-kaidah dasar penilaian chart. Banyak aliran selanjutnya merujuk pada kerangka dan istilah dalam buku ini. Pengarang karya ini biasanya dikaitkan kepada Xu Da Sheng (徐大升) dari era Song, yang kemudian pada zaman Ming beberapa editor seperti Yang Cong Deng (楊淙等) melakukan penggabungan dan pengayaan sehingga bentuk yang beredar sekarang adalah hasil proses kompilasi dan penambahan dari masa dinasti Song sampai dinasti Ming. Dengan kata lain sumber asli berasal dari tradisi Xu Zi Ping (dinasti Song), dan disusun atau dikompilasi jadi buku Yuan Hai Zi Ping sebagaimana kita kenal saat ini.
4) Shén-Fēng Tōng-Kǎo (神峰通考) juga sering disebut Shénfēng tōng kǎo pì miù (神峰通考辟谬)
Buku ini adalah karya sistematik yang mengulas & membantah berbagai kesalahan dalam praktikramalan nasib, memaparkan teori-teoristruktur Bazi, teori tubuh kuat / lemah, teori Shen Sha dan argumen kritik terhadap beberapa pendapat populer. Buku ini banyak dikutip sebagai karya polemic dan sistematis yang meluruskan tradisi praktik. Pengarang karya ini umumnya dikreditkan kepada Zhang Nan (张楠) dari zaman dinasti Ming, judul lengkap kadang muncul sebagai Shénfēng zhāng xiānshēng tōng kǎo mìnglǐ zhèngzōng (神峰张先生通考命理正宗). Karya ini termasuk dalam daftar ‘Buku Besar’ ramalan nasib yang sering dikumpulkan dalam rujukan ahli.
5) Dī-Tiān-Suí (滴天髓)
Buku ini sebuah teks inti dan sangat berpengaruh dalam tradisialiran Zi Ping, mengandung prinsip-prinsip teori yg ringkas namun mendalam. Banyak bagian dari buku ini yang menjadi kutipan wajib dan dianggap ‘inti’ ajaran tertentu dalam BaZi. Pengarang, atribusi, dan waktu penulisan buku ini tidak sepenuhnya tunggal dalam literature. Ada tradisi yang menyatakan asalnya dari seorang penulis Song bernama Jing Tu (京圖), namun ada pula tradisi yang mengatribusikan versinya yang terkenal kepada Liu Ji (劉基) atau yang juga dikenal dengan nama Liu Bo Wen (刘伯温) karena catatan-catatan yang sering dikaitkan dengannya. Pada masa Qing dan seterusnya teks ini banyak disunting dan diberi catatan (注) oleh tokoh-tokoh seperti Ren Tieqiao (任铁樵), Yuan Shushan (袁树珊), Xu Lewu (徐乐吾) dan lain-lain sehingga bentuk edisi modern adalah hasil pengumpulan serta komentar berabad-abad.
Dalam perkembangannya, setiap praktisi Bazi memiliki cara pendekatannya masing-masing sehingga dikenal banyak istilah tertentu, misalnya :
- Metode Shen Sha (神煞)
- Metode 10 Dewa (十神论命)
- Metode Mang Pai (盲派)
- Metode Na Yin (纳音)
Belum lagi metode modern yang diciptakan oleh para praktisi jaman modern saat ini. Semuanya ini tak luput dari perkembangan jaman. Penciptaan teori Bazi modern oleh praktisi sekarang adalah sebuah kemajuan yang dinanti, namun semuanya itu seyogyanya harus melewati proses verifikasi dan pengujian sebelum layak untuk disebarluaskan secara massal. Sama seperti apa yang telah ditulis oleh para praktisi jaman dulu yang telah melalui proses pengujian dalam jangka waktu yang lama. Pada dasarnya teori Bazi kuno pun bila dilihat dari perspektif modern saat ini masih terdapat kekurangan-kekurangannya. Apa yang mereka ciptakan tidak tercipta dalam kondisi yang sudah sempurna, belum lagi kita melewati kehidupan jaman modern saat ini, ada sebagian yang mereka uraikan sudah tidak relevan lagi terhadap jaman sekarang.
Dari sekian banyak aliran Bazi klasik dan masing-masing memiliki metodenya sendiri, pada dasarnya bisa diringkas menjadi 3 arus besar. Ketiga arus ini bukan saling meniadakan, tetapi saling melengkapi dan hampir selalu digunakan bersama oleh praktisi tingkat tinggi.
Tiga arus besar tersebut adalah:
- 旺衰派— Wang Shuai (Kuat–Lemah Day Master)
Metode ini berfokus pada pertanyaan paling fundamental dalam BaZi: Apakah Day Master (日主) kuat atau lemah? Dari sini kemudian ditentukan: unsur yang bermanfaat (用神), unsur yang merusak (忌神).
Pendekatan ini berakar kuat dalam prinsip klasik:
“论命以月令为主”
(Menilai nasib, Bulan adalah pusatnya)
Penilaian kuat–lemah Day Master dilakukan dengan mempertimbangkan:
- Musim (月令) — faktor terpenting
- Akar (根) — hidden stems pada cabang bumi
- Dukungan dan tekanan unsur
- Lingkungan keseluruhan chart
Kelebihan:
- Sistematis dan logis.
- Menjadi fondasi penentuan elemen penolong (用神).
- Sangat penting untuk analisa putaran nasib (dekade dan tahunan).
Keterbatasan:
- Jika digunakan sendiri, cenderung mekanis.
- Kurang menggambarkan “cerita hidup” seseorang.
- 格局派— Ge Ju (Struktur atau Konfigurasi)
Metode ini memandang BaZi sebagai sistem struktur sosial dan peran hidup. Fokus utamanya bukan sekadar kuat atau lemah, tetapi: “Struktur apa yang sedang bekerja dalam chart ini?” Dalam Zi Ping klasik, struktur dibangun berdasarkan 10 Dewa (十神) yang dominan. Metode ini melihat Bazi dan menggolongkannya ke dalam struktur, misalnya : Struktur umum seperti 正官格 (Zheng Guan Ge), 七杀格 (Qi Sha Ge), 正财格 / 偏财格 (Zheng Cai / Pian Cai), 食神格 / 伤官格 (Shi Shen / Shang Guan) dll. Selain itu terdapat struktur khusus (特殊格) seperti 从格 (Cong Ge), 化气格 (Hua Qi Ge), dll.
Dari buku Zi Ping Zhen Quan dikenal ungkapan:
“有格者贵,无格者富”
(Ada struktur akan mulia; tanpa struktur akan kaya)
Kelebihan:
- Menjelaskan arah hidup dan status sosial.
- Sangat kuat untuk analisa karier dan peran masyarakat.
Keterbatasan:
- Tidak semua chart memiliki struktur murni.
- Tanpa analisa tubuh kuat/lemah, struktur mudah salah diinterpretasikan penggunaannya.
- 象法派— Xiang Fa (Bentuk dan Gambaran)
Metode ini melihat Bazi sebagai kumpulan gambaran hidup, bukan sekadar unsur dan teori. Dalam membaca Bazi, pertanyaan utamanya adalah: “Gambaran apa yang terbentuk dari kombinasi ini?” Pendekatan ini banyak digunakan dalam praktik Aliran Orang Buta (盲派) dan teknik lanjutan. Dalam metode ini setiap elemen akan menggambarkan sebuah benda, orang, atau situasi dan setiap interaksi elemen seperti benturan (冲), hukuman (刑), kerusakan (破) mempresentasikan peristiwa dan kejadian nyata. Contoh:
- Bintang Shang Guan bertemu Zheng Guan (伤官见官) maka menandakan adanya konflik dengan otoritas atau hukum
- Bagan Bazi yang elemennya air berlimpah tanpa tanah menandakan hidup tidak stabil
- Bagan Bazi yang elemen api menekan logam menandakan tekanan mental atau emosional
Kelebihan:
- Sangat hidup dan praktis.
- Tajam untuk membaca peristiwa nyata.
Keterbatasan:
- Sangat bergantung pengalaman.
- Mudah salah interpretasi jika tanpa fondasi yang kuat dalam analisa tubuh kuat/lemah dan penentuan struktur.
Jadi dalam praktik Bazi klasik, ketiga arus ini tidak berdiri sendiri. Urutan analisis yang paling stabil adalah dimulai dari menentukan tubuh kuat/lemah, kemudian menentukan struktur dan terakhir membaca sebuah gambaran.
Ada ungkapan praktisi Bazi kuno yang mengatakan:
“理在旺衰,路在格局,事在象法”
(Prinsip ada di kuat–lemah, arah ada di struktur, peristiwa ada di gambaran)
Membahas sampai disini bisa disimpulkan bahwa Bazi klasik bukan kumpulan aliran yang terpisah, melainkan satu sistem utuh dengan tiga arus pemikiran besar:
- Metode kuat/lemah (旺衰派) memberikan fondasi teknis.
- Metode struktur dan konfigurasi (格局派) memberikan kerangka struktur hidup.
- Metode gambaran (象法派) memunculkan analisa nyata dalam pembacaan peristiwa.
Seorang praktisi Bazi yang matang tidak memilih satu dan menolak yang lain, melainkan memahami kapan dan bagaimana setiap arus digunakan dengan baik, sehingga ramalannya pun akan semakin akurat dan memberi manfaat yang nyata.