Jalan air memiliki peranan penting dalam Feng Shui karena ia menghentikan energi Qi yang memancar dari gunung. Posisinya terhadap kavling menentukan keberuntungan penghuni rumah. Dalam Feng Shui, jalan darat (jalan darat untuk lalu lintas) dianggap memiliki peranan yang sama dengan saluran air. Jalan darat dikenal sebagai air virtual yang mana juga berfungsi membawa energi Qi masuk ataupun keluar dari sebuah properti. Oleh karena itu pedoman dasar dari Feng Shui Air juga bisa diaplikasikan pada Feng Shui Jalan.
Ada 2 jenis jalan menurut Feng Shui, yaitu jalan darat yang menguntungkan dan jalan darat yang merugikan. Pada umumnya, jalan darat yang menguntungkan adalah jalan yang secara lemah-lembut berliku-liku menuju ke rumah dimana energi Qi yang dihasilkan dari model aliran lalu-lintas ini tidak terlalu kuat dan tidak menghancurkan.

Model lain dari jalan darat yang menguntungkan adalah jalan darat yang mengapit sebuah rumah, karena posisi ini bisa membawa keberuntungan bagi penghuninya. Sayangnya model rumah seperti ini tidak umum terjadi di Indonesia, dimana kebanyakan rumah yang dibangun adalah rumah sambung atau tipe deret.

Jalan darat yang merugikan adalah jalan yang mengarah dengan kuat menuju properti atau berbelok tiba-tiba pada sebuah sudut yang mengarah pada sebuah properti. Momentum energi yang dihasilkan oleh belokan mendadak masih berjalan lurus dan memukul rumah. Energi negatif atau "Sha Qi" yang kuat bisa memicu terjadinya kecelakaan dan kemalangan bagi penghuni rumah.

Posisi rumah yang berada di tepi lengkungan jalan seperti gambar diatas disebut formasi jalan "Pisau Pemotong" atau biasa disebut dengan "Wan Dao Sha" dalam bahasa Mandarin. Energi Qi akan menghantam rumah dan bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan. Jika Anda memiliki properti seperti ini, pastikan posisi pintu utama tidak menghadap langsung pada lengkungan jalan tersebut. Bagaimanapun juga, lebih baik hindarilah memilih properti seperti ini.
Lantas, bagaimana dengan jalan layang? Jalan layang sering ditemukan pada kota-kota besar yang mana ketika orang membeli sebuah properti khususnya Apartemen akan sangat memperhatikan kedekatan akses ke jalan tol. Sebagai pedoman umum, jangan membeli sebuah properti yang ketinggian bangunan dibawah jalan layang. Jika Anda berniat membeli sebuah Apartemen, pastikan unit yang Anda pilih berada di atas ketinggian jalan layang agar tidak terkena efek energi negatif atau "Sha Qi" yang dibawa oleh jalan layang ini.
Bagaimana jika properti Anda berada dibawah ketinggian jalan layang? Salah satu kunci untuk mengevaluasinya adalah dengan memastikan bahwa bayangan hitam dari jalan layang tersebut tidak menutupi rumah Anda. Mengapa? Karena dalam Feng Shui bayangan hitam dari obyek sekitar yang memantul ke properti kita disebut dengan "Yin Sha" dan dapat mempengaruhi kondisi mental penghuni yang tidak stabil dan dapat mempengaruhi keberuntungannya dalam jangka panjang. Lantas, bagaimana bentuk jalan layang yang bagus secara Feng Shui? Jalan layang yang bagus adalah jalan yang memeluk bangunan dimana kita tinggal dan bukan memotong. Untuk memudahkan apa yang saya maksud lihatlah gambar dibawah ini:

Bangunan yang ada di bagian depan seakan dipeluk oleh jalan layang, keadaan ini menguntungkan penghuni karena dapat dengan mudah mengumpulkan kekayaan. Sedangkan bangunan di seberang jalan layang akan mengalami kerugian karena energi Qi "pemotong" yang berasal dari arus lalu-lintas. Penghuni yang berada pada bangunan ini akan menghadapi kesulitan keuangan. Namun, ada syarat lain yang harus dipenuhi yaitu jika Anda menghuni di sebuah unit dari bangunan depan (yang dipeluk) berada di lantai bawah yang mana unit tersebut berada dibawah ketinggian jalan, maka efek baik dari Feng Shui ini tidak dapat dirasakan (hanya unit yang berada di atas ketinggian jalan layang). Bangunan dengan model seperti ini biasanya dipakai sebagai Apartemen, Hotel, Multi-Unit Office (Gedung Perkantoran) ataupun pusat perbelanjaan (mall, plaza, dll) oleh karena itu pastikan Anda memilih bangunan yang tepat dan berada di unit yang tepat!
Kasus lain yang seringkali ditemui adalah properti yang berada di persimpangan jalan T atau biasa disebut sebagai rumah "tusuk sate". Hampir semua orang tahu sekalipun mereka yang tidak mempercayai Feng Shui bahwa rumah yang berada di persimpangan jalan atau "tusuk sate" ini tidak baik secara Feng Shui. Benarkah? Memang benar karena berdasarkan pedoman Feng Shui yang ada menyebutkan jalan lurus yang langsung menuju ke sebuah properti akan menghasilkan Qi yang kuat dan dapat menghasilkan energi negatif atau "Sha Qi" yang bisa menyebabkan penghuni kehilangan kesempatan bisnis dan ketidak-harmonisan antar penghuni. Model jalan seperti ini disebut dengan "Chong Sha" dalam bahasa Mandarin. Namun, ada pengecualiannya juga, yaitu seberapa padatkah lalu-lintas yang melewati jalan tersebut? Jika kepadatannya besar maka dampaknya lebih buruk daripada jika kepadatannya agak sepi.

Jika Anda memiliki properti seperti ini ada 3 solusi yang bisa Anda lakukan, yaitu:
1. Memindahkan pintu utama sehingga tidak langsung (segaris lurus) menghadap ke jalan.
2. Membangun tembok pagar (harus massif atau tertutup) agar dapat menghalangi energi negatif atau "Sha Qi" masuk ke rumah. Jika tidak memungkinkan maka Anda dapat menggunakan tanaman semak-semak tinggi yang ditanam di depan pintu utama untuk bisa melembutkan energi negatif ini.
3. Berdasarkan filosofi Feng Shui tertulis ,Qi atau energi bergerak dengan menunggang angin, dan akan berheti setelah menemui sebuah air, maka solusi ketiga adalah dengan memasang air mancur di depan pintu utama agar energi negatif atau "Sha Qi" yang datang dari luar dapat berhenti di depan, tidak sampai masuk ke dalam rumah.
Lantas, bagaimana dengan properti yang berada pada persimpangan jalan Y atau jalan simpang. Kasus rumah seperti ini memiliki akibat yang sama seperti penghuni rumah di simpang T (tusuk sate). Solusi yang bisa dilakukan juga sama.

Kasus lain yang sering ditemui adalah rumah yang berada pada jalan buntu dari simpang T terbalik atau biasa disebut jalan Cul-De-Sac. Rumah yang berada di jalan buntu menyiratkan bahwa penghuninya akan membelanjakan uang untuk hal-hal yang tidak jelas atau sering mengalami kebocoran uang dari anggaran yang tak terduga. Ini dikarenakan energi Qi yang dihasilkan oleh lalu-lintas di jalan utama akan terus-menerus menarik energi Qi dari rumah, sehingga energi Qi di dalam rumah menjadi tipis dan lemah. Solusi untuk kasus seperti ini adalah dengan memasang air mancur di depan pintu utama agar energi Qi berhenti dan berkumpul di depan dan tidak terbuang keluar.

Bagi Anda yang tinggal di daerah perumahan, hindarilah memilih rumah yang menghadap ke arah pintu gerbang perumahan. Rumah dengan tipe seperti ini akan menjadi sasaran 2 tipe energi negatif atau "Sha Qi" yang dihasilkan oleh lalu-lintas yang datang dan pergi. Yang pertama, adalah energi negatif yang menusuk (lalu-lintas masuk) dan yang lain adalah energi negatif yang melemahkan (lalu-lintas keluar). Pola energi dari rumah ini tidak beraturan dan tidak menunjang kesatuan keberuntungan keluarga. Solusi yang mungkin bisa dilakukan adalah:
1. Memindahkan pintu utama agar tidak segaris lurus dengan jalan, bisa berada di samping kiri atau samping kanan tergantung dari kondisi rumah yang bersangkutan.
2. Membangun tembok pagar yang massif (tertutup) atau bisa menanam semak-semak sebagai penghambat energi negatif tersebut.

Bagi Anda yang tinggal di daerah yang memiliki kemiringan jalan yang selalu tidak sama atau bergelombang (daerah perbukitan atau gunung), maka posisi pintu utama akan memiliki peranan yang sangat penting. Mengapa? Karena energi Qi yang dibawa oleh lalu-lintas dari jalan yang miring (berbeda ketinggian) akan mempengaruhi apakah properti Anda dapat menangkap energi positif atau "Sheng Qi" yang dibawa oleh jalan. Dan berdasarkan pedoman Feng Shui, posisi pintu utama dibagi menjadi 3 macam berdasarkan pola jalan, yaitu:
1. Pintu Naga Hijau atau "Qing Long Men" adalah posisi pintu utama yang berada di sebelah kiri rumah (dilihat dari dalam menuju keluar rumah). Posisi pintu yang berada di sebalah kiri bisa dilakukan jika jalan di sebelah kanan rumah Anda lebih tinggi daripada jalan yang di sebelah kiri. Kemiringan dari kanan ke kiri (dilihat dari dalam menuju keluar rumah) membutuhkan Pintu "Naga Hijau" agar dapat menangkap energi Qi yang positif.

Dalam Feng Shui, sebelah kiri dianggap sebagai posisi "Naga Hijau" atau Qing Long. Sedangkan sebelah kanan dianggap sebagai posisi "Harimau Putih" atau Bai Hu. Oleh karena itu, jika posisi jalan sebelah kanan lebih tinggi daripada sebelah kiri maka untuk menangkap energi Qi positif agar masuk ke dalam rumah, penghuni harus masuk pintu utama di sebelah kiri rumah.

2. Pintu Harimau Putih atau "Bai Hu Men" adalah posisi pintu utama yang berada di sebelah kanan rumah (dilihat dari dalam menuju keluar rumah). Posisi pintu yang berada di sebalah kanan bisa dilakukan jika jalan di sebelah kiri rumah Anda lebih tinggi daripada jalan yang di sebelah kanan. Kemiringan dari kiri ke kanan (dilihat dari dalam menuju keluar rumah) membutuhkan Pintu "Harimau Putih" agar dapat menangkap energi Qi yang positif.

3. Pintu Tengah atau "Zhong Men" adalah posisi pintu utama yang tepat berada di tengah rumah. Posisi pintu seperti ini bisa Anda lakukan jika memang kondisi jalan datar, serta tidak ada kemiringan jalan ketika Anda ingin masuk ke dalam rumah.
Pedoman terakhir dari Feng Shui Jalan adalah dengan melihat tingkat percepatan lalu-lintas di daerah yang bersangkutan. Seperti halnya Feng Shui Air, jika aliran air bergerak terlalu cepat maka ini bisa menimbulkan energi negatif atau "Sha Qi" demikian juga bagi rumah yang dibangun pada daerah jalan yang lalu-lintasnya sepi. Kasus lain yang berhubungan dengan percepatan lalu-lintas ini adalah rumah yang berada dipinggir rel kereta api, dimana ketika kereta api lewat akan menimbulkan energi negatif dari pergerakannya tersebut. Demikian juga dengan bisingnya suara kendaraan dapat menimbulkan "Sha Qi" yang berefek pada kesehatan penghuni khususnya dalam keadaan emosi atau mental mereka. Jalan yang padat arus lalu-lintas dan bising hanya cocok dipakai sebagai lokasi tempat usaha atau kerja bukan sebagai rumah hunian berdasarkan pedoman Feng Shui.